Saat ini, sekitar 84% bisnis sudah menggunakan backup berbasis cloud, dan angka ini meningkat hingga 93% untuk bisnis kecil dan menengah. Tidak heran, karena backup ke cloud menawarkan keunggulan dalam keamanan, keterjangkauan, dan kemudahan akses dibandingkan metode backup tradisional.
Tapi agar backup cloud kamu benar-benar efektif, ada beberapa praktik terbaik yang perlu diikuti. Yuk, simak 5 praktik terbaik yang bisa kamu terapkan untuk melindungi data perusahaan kamu secara maksimal.
#1: Gunakan Aturan 3-2-1 untuk Redundansi Data
Salah satu cara paling penting untuk menjaga keamanan data adalah dengan menerapkan aturan 3-2-1, yaitu:
- 3 salinan data
- 2 disimpan di media/formal yang berbeda
- 1 disimpan di lokasi terpisah (offsite)
Kalau diterapkan di cloud, aturan ini bisa dijelaskan sebagai:
- Salinan 1: Data utama di platform SaaS (misalnya Microsoft 365)
- Salinan 2: Backup di penyimpanan cloud milik penyedia layanan backup
- Salinan 3: Backup jangka panjang di cloud lain yang berbeda
Pastikan penyedia cloud backup kamu punya fitur redundansi dan backup yang tidak bisa diubah (immutable) agar data benar-benar aman dari kerusakan, serangan siber, atau kesalahan pengguna.
#2: Pastikan Semua Data Tercakup
Backup yang baik harus mencakup semua data penting, termasuk:
- Data utama dan metadata
Misalnya di Salesforce, metadata (pengaturan dan kustomisasi) sering tidak termasuk dalam backup default. Tanpa metadata, data bisa kembali dalam keadaan “kosong” atau tidak lengkap. - Aplikasi tambahan
Seperti Teams, folder publik, drive bersama, Notes, folder arsip, dan lainnya. Teams, misalnya, sering berisi informasi bisnis penting tapi tidak selalu masuk dalam backup Microsoft 365 secara otomatis.
Jadi, jangan hanya backup file utama saja, tapi juga data pelengkapnya.
#3: Latih Tim dan Terapkan Praktik Keamanan Siber
Backup cloud yang canggih tidak akan berguna jika pengguna dan admin tidak tahu cara menggunakannya. Maka dari itu:
- Latih admin agar paham cara kerja sistem backup dan recovery-nya.
- Pelajari fitur-fitur pemulihan seperti: point-in-time restore, pencarian data, filter, pemulihan lintas pengguna, dsb.
- Jika ada fitur self-service recovery, ajari juga karyawan untuk memulihkan data sendiri dengan cepat.
Selain itu, jangan lupa untuk terus menyebarkan edukasi tentang keamanan siber, email yang aman, dan prosedur kerja jarak jauh yang aman. Bagikan rencana Business Continuity atau Disaster Recovery Plan agar semua tahu peran masing-masing jika terjadi insiden.
#4: Cek Sertifikasi dan Keamanan Backup Cloud
Data kamu hanya seaman sistem yang menyimpannya. Jadi pastikan cloud backup yang kamu pakai memenuhi standar keamanan seperti:
- Enkripsi saat data disimpan (at rest) dan saat dikirim (in transit)
- Mendukung Multi-Factor Authentication (MFA) untuk membatasi akses
- Memiliki fitur keamanan internal seperti deteksi penyusupan, server penyimpanan aman, dan sertifikasi keamanan
- Batasi akses hanya dari IP tertentu dengan IP allowlisting
- Punya sertifikasi keamanan resmi seperti ISO, HIPAA, GDPR, Cloud Security Alliance, dan BAA
Dengan keamanan berlapis, risiko kebocoran atau pencurian data bisa dikurangi secara signifikan.
#5: Lakukan Pengujian Secara Berkala
Backup saja tidak cukup. Kamu harus rutin menguji apakah backup benar-benar bisa dipulihkan saat dibutuhkan. Lakukan:
- Full system restore: Pulihkan seluruh sistem, termasuk OS, aplikasi, dan data
- Partial restore: Pulihkan sebagian data atau file tertentu
Sebaiknya pengujian dilakukan minimal sebulan sekali, atau lebih sering jika kamu sering melakukan perubahan sistem.
Pengujian rutin akan memastikan sistem backup berjalan lancar, meminimalkan downtime, dan memenuhi target waktu pemulihan (Recovery Time Objective).
🔚 Kesimpulan
Backup data ke cloud adalah bagian penting dari strategi perlindungan data perusahaan. Dengan menerapkan lima praktik terbaik ini:
- Ikuti aturan 3-2-1
- Backup semua data, termasuk metadata dan aplikasi tambahan
- Latih tim untuk paham sistem backup
- Pastikan sistem backup aman dan bersertifikat
- Lakukan pengujian berkala
…kamu akan memiliki sistem backup yang andal, aman, dan siap menghadapi situasi darurat apa pun.
💡 Carbonite Cloud-to-Cloud Backup adalah pionir di dunia backup cloud. Kami menyediakan perlindungan data SaaS yang aman dan lengkap untuk platform seperti Microsoft 365, Google Workspace, Salesforce, Dropbox, dan Box. Termasuk backup untuk Teams, OneDrive, SharePoint, folder publik, drive bersama, dan arsip.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
