Sejak dulu, manusia selalu berbagi informasi – baik tentang kondisi saat ini maupun kejadian di masa lalu. Bahkan sebelum ada tulisan, kita menyampaikan pengetahuan lewat cerita dari generasi ke generasi.
Selama lebih dari sepuluh ribu tahun, manusia telah menggunakan tulisan untuk mencatat sejarah dan melestarikan karya sastra, dimulai dari ukiran di batu dan tablet tanah liat.
Kehadiran kertas dan tinta membuat proses ini lebih mudah. Namun, kertas tidak sekuat batu atau tanah liat. Karena kertas lebih mudah rusak, orang mulai membuat salinan tambahan dan menyimpannya di tempat berbeda agar lebih aman. Inilah cikal bakal konsep backup!
Hari ini, setidaknya ada 13 salinan Magna Carta, dokumen penting yang dibuat tahun 1215. Dokumen ini disalin dan disebarkan, lalu disimpan di berbagai lokasi. Dengan cara ini, tidak ada yang bisa menyangkal keberadaan dan isinya.
Aktivitas menulis di atas kertas terus dilakukan hingga abad ke-20. Lalu hadir kertas karbon dan mesin tik yang memungkinkan pembuatan salinan secara langsung. Organisasi pun mulai dapat menyimpan jejak kejadian harian, mingguan, hingga tahunan dengan lebih mudah.
Kita sudah melakukan backup sejak jaman menulis di kertas—bahkan mungkin sebelumnya. Yang berubah hanyalah medianya. Di era digital, membuat dan menyimpan informasi menjadi jauh lebih praktis.
Era Digital dan Backup Modern
Saat saya memulai karier di dunia TI, disket 1.44MB sangat umum digunakan. Semua orang tahu pentingnya menyimpan salinan data penting. Sebelumnya, komputer bahkan menggunakan kartu berlubang (punch card). Kemudian muncul pita magnetik sebagai media penyimpanan data.
Backup ke tape mulai populer di kalangan usaha kecil dan menengah seiring maraknya penggunaan komputer pribadi dan file server di departemen. Karena data tersimpan secara terpusat, backup pun perlu pendekatan yang lebih serius dan terencana.
Komputer pertama kali terkena virus pada tahun 1971. Serangan ransomware pertama tercatat tahun 1989. Saat itu, komputer pribadi sudah sangat umum digunakan, dan konsep disaster recovery (pemulihan bencana) mulai dikenal luas. Alasan untuk melakukan backup semakin bertambah.
Sekarang, kita melakukan backup bukan hanya untuk mencegah kehilangan data akibat virus atau ransomware, tapi juga karena kesalahan pengguna atau kerusakan perangkat penyimpanan. Sayangnya, masih banyak organisasi yang menganggap backup sebagai beban, sampai mereka kehilangan data.
Padahal, biaya backup seharusnya dibandingkan dengan biaya membuat ulang data yang hilang, ditambah potensi denda dari regulator dan kerugian reputasi.
Dari USB ke Cloud
Di era digital, segalanya berubah. Backup online sudah ada lebih dari 20 tahun lalu, meski saat itu belum disebut “cloud backup” karena istilah “cloud” (server di pusat data yang diakses via internet) belum populer.
Kini, backup ke cloud sudah sama umumnya seperti menyalin file ke USB.
Kita sudah jauh melangkah dari zaman juru tulis menyalin dokumen penting hingga sekarang bisa backup spreadsheet keuangan rumah tangga ke layanan cloud. Kebutuhan untuk menyimpan dan membagikan informasi sudah ada sejak awal peradaban manusia. Jumlah data yang ingin kita simpan terus bertambah seiring pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi.
Bayangkan saja jumlah foto dan video yang dibagikan – dan lebih banyak lagi yang disimpan tapi tidak pernah dibagikan – setiap harinya!
Backup Kini Lebih Mudah, Tapi Masih Sering Diabaikan
Teknologi backup saat ini memang lebih kompleks dari sisi sistem dan pengelolaan, tapi jauh lebih mudah digunakan. Sayangnya, masih banyak yang menganggap backup bukan hal yang penting.
Fakta pahitnya: jika Anda tidak punya salinan data yang disimpan di lokasi berbeda, Anda berisiko kehilangan data yang penting, bernilai, unik, dan mungkin tidak bisa digantikan.
Dengan meningkatnya ancaman siber dan risiko kehilangan data, setiap bisnis wajib menjadikan backup sebagai prioritas utama—dengan memastikan data tersimpan otomatis, terenkripsi, dan tersedia di lebih dari satu lokasi.
Carbonite menyediakan solusi backup cloud yang otomatis dan aman untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
