Gartner mendefinisikan solusi backup enterprise sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk membuat salinan data (backup) dari berbagai beban kerja—baik di lingkungan on-premises, hybrid, multi-cloud, maupun SaaS. Backup ini disimpan di lokasi sekunder agar bisa dipulihkan ketika terjadi kehilangan data.
Enterprise cloud backup menambahkan keunggulan skalabilitas, akses mudah, dan keandalan cloud, sangat cocok untuk perusahaan dengan tim yang tersebar di banyak lokasi.
Sebagai admin IT, tim keamanan, atau Chief Security Officer, Anda pasti tahu bahwa melindungi data sangat penting. Namun pasar cloud backup sangat ramai dan tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua.
Berikut lima langkah untuk membantu Anda memilih cloud backup yang tepat.
Langkah #1: Tentukan strategi backup Anda
Sebelum memilih produk, Anda perlu membuat strategi backup yang jelas. Strategi ini harus menjawab:
Apa yang perlu di-backup?
Apakah Anda membutuhkan backup untuk:
-
virtualisasi,
-
data SaaS (Microsoft 365, Google Workspace, Salesforce),
-
data center on-premises,
-
layanan cloud (IaaS dan PaaS)?
Tentukan RPO dan RTO
-
RPO (Recovery Point Objective): seberapa banyak data yang boleh hilang? Ini menentukan frekuensi backup.
-
RTO (Recovery Time Objective): berapa lama waktu yang dapat diterima untuk memulihkan sistem setelah data hilang?
Dua hal ini mempengaruhi jenis backup, SLA, performa pemulihan, dan teknologi yang diperlukan.
Di mana backup akan disimpan?
-
On-premises: Anda mengelola server dan biaya operasional sendiri.
-
Cloud/SaaS backup: penyedia layanan menangani infrastruktur, keamanan, dan support.
-
Hybrid: kombinasi keduanya.
Pahami kebutuhan audit dan regulasi
Setiap industri punya aturan sendiri:
-
HIPAA untuk data kesehatan,
-
GDPR untuk lokasi penyimpanan data,
-
regulasi lokal mengenai retensi data.
Strategi backup harus disusun bersama tim IT dan tim bisnis agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Setelah strategi jelas, Anda punya daftar kebutuhan untuk memilih solusi yang tepat.
Langkah #2: Teliti dan bandingkan solusi cloud backup
Saat membandingkan solusi backup, perhatikan hal-hal berikut:
Platform yang didukung
Pastikan semua aplikasi dan sistem Anda kompatibel dengan backup tersebut.
Redundansi
Backup harus tetap aman meski terjadi kegagalan sistem.
Keamanan
Cari fitur seperti:
-
enkripsi,
-
autentikasi dan otorisasi,
-
sertifikasi keamanan.
Kemampuan pemulihan (Recoverability)
Seberapa cepat data bisa dipulihkan?
Lakukan uji coba kecil untuk mengetahui kecepatan RPO dan RTO.
Tips tambahan:
Mintalah comparative analysis dari vendor untuk mempercepat proses evaluasi.
Langkah #3: Hitung ROI dan TCO
Memahami biaya sangat penting sebelum membuat keputusan.
-
TCO (Total Cost of Ownership) mencakup lisensi, biaya penyimpanan, penggunaan jaringan, dan operasional.
-
ROI (Return on Investment) menunjukkan nilai yang Anda dapatkan dibandingkan biaya yang dibayar.
Membaca secara detail dokumen produk (datasheet) membantu Anda mengetahui biaya tersembunyi seperti:
-
biaya egress,
-
batas penyimpanan,
-
biaya upgrade kapasitas,
-
lisensi tambahan.
Analisis ini memastikan pilihan Anda tidak boros dalam jangka panjang.
Langkah #4: Uji solusi cloud backup dalam shortlist Anda
Sebelum memutuskan, lakukan pengujian nyata. Termasuk:
-
membuat titik pemulihan (recovery point),
-
menjalankan simulasi pemulihan,
-
mengukur waktu pemulihan (RTO),
-
menguji keamanan dan izin akses,
-
mencoba skenario bencana sederhana.
Beberapa solusi terlihat mudah digunakan di awal, tetapi belum tentu kuat dalam pemulihan atau keamanan. Karena itu, tes lapangan wajib dilakukan.
Langkah #5: Finalisasi dan integrasikan ke dalam kebijakan BCDR
BCDR (Business Continuity and Disaster Recovery) adalah panduan untuk menjaga bisnis tetap berjalan saat terjadi gangguan.
Backup merupakan bagian penting dari BCDR—terutama dalam Ransomware Incident Response Plan, karena serangan ransomware semakin umum.
Solusi cloud backup yang Anda pilih harus terintegrasi secara menyeluruh ke dalam kebijakan BCDR agar pemulihan bisa dilakukan cepat dan mandiri.
Checklist Wajib untuk Solusi Enterprise Cloud Backup
Keamanan Data
-
enkripsi,
-
autentikasi kuat,
-
sertifikasi keamanan,
-
keamanan aplikasi.
Kemudahan Pemulihan
-
RPO & RTO jelas,
-
opsi restore fleksibel (download, export, cross-user/site),
-
self-service recovery.
Kepatuhan Audit
-
sertifikasi industri,
-
lokasi data center,
-
log audit,
-
monitoring.
Tipe & Batasan Storage
-
cloud, on-premises, atau BYOS (Bring Your Own Storage),
-
batas kapasitas.
Automasi Backup
-
jadwal otomatis,
-
on-demand backup,
-
dukungan multi-platform.
Reputasi Vendor
-
review Capterra/G2,
-
roadmap produk,
-
sejarah dan stabilitas perusahaan.
Customer Support
-
dukungan multichannel,
-
tim support manusia, bukan bot,
-
dokumentasi lengkap.
Kemudahan Adopsi & Pengelolaan
-
instalasi cepat,
-
fitur auto-add, auto-archive,
-
notifikasi & alert backup.
Harga & ROI
-
opsi tanpa komitmen,
-
pay-as-you-go,
-
harga khusus enterprise.
Lindungi Seluruh Data SaaS Anda
OpenText Cybersecurity menyediakan solusi cloud backup yang aman, hemat biaya, dan sudah dipercaya lebih dari 16.000 pelanggan di seluruh dunia.
Platform backup SaaS mereka melindungi:
-
Microsoft 365
-
Salesforce
-
Dropbox
-
Box
-
Google Workspace
Jika Anda ingin meningkatkan keamanan data dan memastikan bisnis tetap berjalan saat terjadi gangguan, Carbonite Cloud-to-Cloud Backup dapat menjadi pilihan yang tepat.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
