Menurut survei Frost & Sullivan tentang penggunaan infrastruktur dan layanan cloud, 48% responden mengatakan bahwa membuat rencana ketahanan (resiliency) atau backup untuk aplikasi dan data adalah tantangan yang sangat penting. Bahkan, 54% responden menyatakan mereka memindahkan aplikasi dan data ke berbagai lingkungan cloud untuk memastikan sistem tetap tahan terhadap gangguan. Saat ini, ketahanan siber (cyber resiliency) semakin penting karena meningkatnya serangan ransomware dan risiko bencana alam seperti banjir, gempa, atau kebakaran. Namun, mengelola banyak lingkungan cadangan (secondary environment) membutuhkan banyak tenaga dan waktu dari tim IT. Semakin kompleks sistem, semakin besar kemungkinan ada bagian infrastruktur yang tidak terlindungi dengan baik. Di sinilah Disaster Recovery as a Service (DRaaS) menjadi solusi. Apa itu DRaaS? Disaster Recovery as a Service (DRaaS) adalah layanan dari vendor yang menyediakan semua kebutuhan pemulihan bencana (disaster recovery/DR), termasuk: Software DR Infrastruktur (server, storage, cloud) Pengelolaan dan pemeliharaan Dengan DRaaS, perusahaan tidak perlu membangun dan mengelola sistem pemulihan sendiri. Vendor akan menangani sebagian besar biaya dan pekerjaan administratif. Cara kerjanya: Data, aplikasi, dan pengaturan pengguna direplikasi (disalin) ke cloud milik penyedia layanan. Jika terjadi bencana, sistem di cloud tersebut akan langsung diaktifkan sebagai lokasi produksi cadangan. Operasional bisnis tetap berjalan dari lokasi cadangan sampai lokasi utama pulih dan bisa digunakan kembali. Biasanya, DRaaS menawarkan waktu pemulihan (recovery time) dan titik pemulihan (recovery point) yang lebih cepat dibanding metode backup tradisional. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Penyedia DRaaS Tidak semua penyedia DRaaS menawarkan layanan yang sama. Oleh karena itu, penting memilih yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. DRaaS yang baik harus mampu: Mengurangi beban pengelolaan dari pelanggan Tetap memberi pelanggan kontrol atas data mereka Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan: 1. Biaya yang Sederhana dan Jelas Daripada membayar terpisah untuk berbagai komponen (cloud, lisensi software, infrastruktur), pelanggan cukup membayar satu biaya langganan. Biasanya lisensi software DR sudah termasuk dalam paket layanan. 2. Mudah untuk Memulai Dengan DRaaS, perusahaan tidak perlu: Membangun data center cadangan Membeli hardware tambahan Menghitung jumlah lisensi software Menyiapkan server atau cloud sendiri Semua sudah disediakan dalam satu paket. 3. Mudah Dikelola Bagian “service” dalam DRaaS berarti penyedia layanan menangani pengelolaan harian dan perawatan sistem DR. Tim IT internal hanya perlu terlibat sedikit, sehingga bisa fokus pada tugas lain. Jika terjadi bencana, sistem sudah siap melakukan failover (berpindah ke sistem cadangan) secara otomatis atau cepat. 4. Mudah Diskalakan Seiring pertumbuhan data, kebutuhan DR juga meningkat. Dengan DRaaS, perusahaan tidak perlu membeli server tambahan atau merekrut staf baru saat kebutuhan meningkat. Penyedia layanan akan menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan. 5. Keamanan Tambahan Lingkungan DR berada jauh dari data center utama, sehingga lebih sulit dijangkau oleh penyerang. Bahkan jika sistem utama sudah diretas, penyedia DRaaS biasanya menerapkan: Verifikasi berlapis Otorisasi ganda Kontrol ketat sebelum mengizinkan akses atau penghapusan data besar-besaran Elemen Penting dalam Rencana Backup dan Recovery DRaaS memang membantu proses backup dan pemulihan, tetapi perusahaan tetap perlu memiliki rencana yang lengkap dan bekerja sama dengan penyedia layanan. Berikut elemen penting dalam rencana tersebut: 1. Rencana Tanggap Darurat Rencana ini menjelaskan apa yang harus dilakukan karyawan segera setelah bencana terjadi. Harus ada: Daftar siapa yang dihubungi dan urutannya Prosedur komunikasi dengan pihak berwenang dan tim keamanan Pembagian tugas yang jelas untuk setiap karyawan 2. Rencana Kelangsungan Bisnis (Business Continuity Plan) Tujuannya adalah agar operasional bisa kembali berjalan secepat mungkin. Biasanya mencakup: Analisis dampak bisnis Strategi pemulihan data dan aplikasi (yang dijalankan oleh DRaaS) 3. Perlindungan Asuransi Pastikan perusahaan memiliki asuransi yang sesuai untuk melindungi dari kerugian akibat bencana. Tinjau kembali polis asuransi dan pastikan tidak ada celah perlindungan. 4. Persediaan Darurat Sediakan perlengkapan penting seperti: Air minum Kotak P3K Uang tunai Charger perangkat Sumber listrik cadangan Sistem komunikasi alternatif 5. Strategi Komunikasi ke Pelanggan Perusahaan harus memiliki rencana untuk memberi tahu pelanggan tentang kondisi bisnis setelah bencana, melalui: Telepon Email Media sosial Jika perlu, siapkan juga pemasok cadangan untuk pelanggan. 6. Salinan Data dan Dokumen Penting Pastikan semua dokumen penting memiliki salinan terbaru dan disimpan di lokasi berbeda atau di cloud yang aman. Beberapa penyedia DRaaS seperti Carbonite menyediakan backup berkelanjutan, pemulihan data cepat, serta perlindungan dari bencana alam, serangan siber, maupun kerusakan hardware. 7. Pengujian Berkala Sistem DR harus diuji minimal setiap tiga bulan, terutama untuk aplikasi penting. Pengujian juga perlu dilakukan setelah pembaruan software besar. Pengujian penting untuk: Menemukan kelemahan sistem Memperbaiki masalah sebelum bencana nyata terjadi Dengan DRaaS, pengujian bisa dilakukan di belakang layar tanpa mengganggu operasional bisnis. Kesimpulan DRaaS adalah solusi praktis bagi perusahaan yang ingin: Mengurangi kompleksitas pengelolaan disaster recovery Memastikan data dan aplikasi selalu siap dipulihkan Meningkatkan keamanan dan ketahanan bisnis Di era serangan siber dan risiko bencana yang semakin tinggi, memiliki sistem pemulihan yang cepat dan andal bukan lagi pilihan — tetapi kebutuhan. Dengan DRaaS, perusahaan dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus terbebani oleh pengelolaan sistem pemulihan yang rumit. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Category: blog
Tahun Baru, Perangkat Baru, Kebiasaan Backup yang Lebih Baik
Tahun baru sering kali identik dengan perangkat baru — laptop baru, ponsel baru, atau tablet baru. Perangkat baru selalu terasa menyenangkan: performanya lebih cepat, kapasitas penyimpanan lebih besar, dan rasanya seperti memulai dari awal dengan “lembaran bersih”. Namun, ada satu langkah penting yang sering terlewat saat menyiapkan perangkat baru, yaitu backup data. Saat Anda mulai menggunakan perangkat baru, file-file Anda biasanya belum terlindungi sama sekali. Tidak ada backup otomatis, tidak ada riwayat versi file, dan tidak ada perlindungan jika terjadi masalah. Itulah sebabnya, waktu terbaik untuk memikirkan backup berbasis cloud bukanlah setelah bencana terjadi — tetapi sejak hari pertama. Menjadikan backup sebagai bagian dari rutinitas awal tahun membantu melindungi file secara online sebelum risiko muncul. Mengapa Perangkat Baru Berisiko untuk Data? Perangkat yang benar-benar baru biasanya dimulai dengan pengaturan backup yang kosong. Saat Anda mulai mengunduh file, menyimpan foto, atau membuat dokumen, semua data tersebut hanya tersimpan secara lokal di perangkat — kecuali Anda secara aktif mengaktifkan perlindungan. Penyebab kehilangan data yang paling umum sebenarnya bukan kejadian besar seperti kebakaran atau banjir, melainkan masalah sehari-hari seperti: Kesalahan manusia File terhapus secara tidak sengaja Kerusakan perangkat keras Bahkan, banyak hard drive yang mengalami kegagalan dalam waktu kurang dari tiga tahun. Tanpa backup, satu kesalahan kecil atau kerusakan perangkat bisa membuat file penting hilang secara permanen. Langkah 1: Lakukan Backup Sebelum Mulai Menyimpan File Backup bekerja paling efektif jika diatur sebelum file mulai menumpuk. Setiap jam perangkat baru digunakan tanpa perlindungan, risiko kehilangan data pun semakin besar. Baik itu foto pribadi, dokumen kerja, atau file penting lainnya, melakukan backup sejak awal menjadikan backup cloud sebagai fitur pengaman bawaan, bukan solusi darurat di akhir. Ini adalah salah satu langkah paling cerdas yang bisa Anda lakukan saat menyiapkan perangkat baru. Langkah 2: Mengapa Backup Cloud Lebih Baik daripada Backup Manual? Sebagian orang masih mengandalkan flashdisk, hard drive eksternal, atau menyalin file sesekali. Cara ini memang lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi backup manual memiliki banyak keterbatasan: Hanya berjalan jika Anda ingat melakukannya Tidak melindungi data jika perangkat hilang atau rusak Rentan tertinggal atau lupa diperbarui Backup otomatis bekerja dengan cara yang berbeda: Berjalan terus di latar belakang Tetap melindungi file meskipun perangkat dicuri atau rusak Tidak bergantung pada pengingat atau usaha manual Backup cloud bukan sekadar tempat penyimpanan, tetapi perlindungan nyata terhadap kehilangan data. Langkah 3: Bencana Data Terjadi Lebih Cepat dari yang Kita Kira Kehilangan data hampir tidak pernah memberi peringatan. Biasanya terjadi secara tiba-tiba, seperti: Laptop terkena tumpahan minuman Update sistem yang rusak Perangkat hilang atau dicuri Serangan malware, termasuk ransomware, yang mengenkripsi file Laporan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) menunjukkan bahwa serangan ransomware terus meningkat dan sering membuat file pribadi tidak bisa diakses atau rusak permanen. Jika file sudah terenkripsi atau hancur, backup yang sudah ada sebelumnya bisa menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan data. Langkah 4: Riwayat Versi adalah Jaring Pengaman Anda Bahkan ketika perangkat masih berfungsi dengan baik, file tidak selalu aman. Dokumen bisa tertimpa, foto bisa diedit tanpa sengaja, atau update sistem bisa merusak file. Backup dengan riwayat versi memungkinkan Anda mengembalikan file ke versi sebelumnya. Ini sangat penting untuk: Mengatasi kesalahan edit Memulihkan file yang rusak Melawan dampak ransomware Anggap saja ini seperti tombol “undo” untuk kehidupan digital Anda. Langkah 5: Melindungi File di Banyak Perangkat Saat ini, kebanyakan orang tidak hanya menggunakan satu perangkat. File sering berpindah antara laptop, desktop, tablet, dan ponsel — terutama saat mengganti atau meningkatkan perangkat. Riset dari Pew Research Center menunjukkan bahwa sebagian besar orang menggunakan lebih dari satu perangkat yang saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari. Ketika file berpindah-pindah antar perangkat, memiliki satu backup cloud yang konsisten sangat membantu mengurangi risiko kehilangan data. Langkah 6: Jadikan Backup Kebiasaan “Pasang dan Lupakan” Backup terbaik adalah backup yang tidak perlu dipikirkan. Setelah backup otomatis diaktifkan, sistem akan berjalan sendiri di latar belakang — tanpa repot, tanpa salin manual, tanpa stres. Mulai Tahun dengan Rasa Tenang Backup data bukan hanya untuk kondisi darurat — ini adalah perlindungan sehari-hari untuk kehidupan digital modern. Perangkat baru, kesalahan kecil, dan masalah tak terduga adalah hal yang wajar terjadi. Tahun ini, jadikan backup cloud sebagai bagian dari proses menyiapkan perangkat baru. Dengan backup otomatis sejak hari pertama, Anda bisa melindungi file secara online dan menghemat waktu, tenaga, serta kenangan berharga di kemudian hari. Tahun baru. Perangkat baru. Kebiasaan backup yang lebih baik — didukung oleh Carbonite. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Mencari Alternatif Arcserve? Ini 3 Hal Penting yang Perlu Dipertimbangkan
Baru-baru ini, Arcserve mengumumkan akan menghentikan bisnis layanan cloud mereka agar bisa fokus berinvestasi pada peluang lain. Sebagai akibatnya, beberapa solusi perlindungan data Arcserve akan dihentikan, termasuk Arcserve Shadow Protect, Shadow Safe, dan Cloud Direct. Keputusan ini tentu membuat banyak mitra dan Managed Service Provider (MSP) bertanya-tanya: apa langkah selanjutnya? Jika Anda termasuk salah satunya, jangan khawatir. Ini juga bisa menjadi kesempatan baik untuk mengevaluasi ulang strategi perlindungan data dan memilih solusi yang lebih sesuai untuk masa depan. Untuk membantu MSP dalam menemukan solusi pengganti Arcserve, berikut 3 hal utama yang perlu dipertimbangkan saat mencari partner data protection yang baru. 1. Seberapa Mudah Proses Peralihannya? Berpindah ke solusi perlindungan data yang baru bukan hal sepele. Proses migrasi data, pengaturan ulang sistem, dan memastikan pelanggan tetap terlindungi bisa menjadi tantangan besar jika tidak didukung dengan baik. Karena itu, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah: Apakah vendor baru menyediakan tim support yang berpengalaman? Apakah mereka siap mendampingi proses transisi dari awal hingga selesai? Apakah ada bantuan khusus untuk memastikan data pelanggan tetap aman selama proses migrasi? Vendor yang baik tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadi partner. Mereka bersedia membantu Anda langkah demi langkah agar transisi berjalan lancar dan tidak mengganggu layanan kepada pelanggan SMB (Small and Medium Business). 2. Apa yang Benar-Benar Anda Butuhkan? Sebelum memutuskan untuk beralih, luangkan waktu sejenak untuk memahami kebutuhan bisnis Anda sendiri. Tanyakan pada diri Anda: Fitur apa yang paling penting untuk bisnis Anda? Apakah pelanggan Anda membutuhkan backup lebih sering? Apakah Anda membutuhkan redundansi data yang lebih tinggi? Apakah solusi saat ini masih relevan dengan ancaman siber yang terus berkembang? Saat mengevaluasi vendor baru, jangan hanya melihat apa yang mereka tawarkan hari ini, tetapi juga: Apa rencana pengembangan produk mereka ke depan? Apakah solusi tersebut bisa mengikuti pertumbuhan bisnis Anda? Apakah vendor tersebut berinovasi dan siap menghadapi tantangan di masa depan? Momen ini juga sangat tepat untuk meninjau ulang strategi perlindungan data Anda secara keseluruhan. Bisa jadi Anda perlu menambah jumlah backup, memperkuat keamanan, atau mengadopsi teknologi baru agar lebih siap menghadapi risiko kehilangan data. 3. Seberapa Luas dan Dalam Portofolio Bisnis Mereka? Sebelum memutuskan vendor baru, penting untuk melihat gambaran besar dari bisnis mereka. Jangan hanya fokus pada satu produk saja. Pertimbangkan: Apakah vendor tersebut memiliki portofolio solusi yang lengkap? Apakah mereka menawarkan solusi tambahan seperti keamanan siber, compliance, atau recovery lanjutan? Apakah solusi mereka bisa saling terintegrasi dengan baik? Ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mendiversifikasi layanan Anda. Dengan memilih vendor yang memiliki banyak solusi dalam satu ekosistem, Anda dapat: Menyederhanakan operasional Mengurangi ketergantungan pada banyak vendor Menambah nilai layanan yang ditawarkan ke pelanggan Dengan begitu, Anda tidak hanya mengganti Arcserve, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bisnis Anda. Komitmen Kami terhadap Perlindungan Data Di OpenText Cybersecurity, kami memahami bahwa data adalah inti dari bisnis Anda. Berpindah ke solusi baru memang menantang, tetapi Anda tidak perlu menghadapinya sendirian. Kami menyediakan: Dukungan teknis yang kuat Tim ahli yang berpengalaman Pendampingan penuh selama proses transisi Tujuan kami adalah memastikan perpindahan ke solusi baru berjalan mulus, tanpa mengorbankan keamanan dan keandalan data pelanggan Anda. Portofolio Solusi yang Terus Berkembang Portofolio solusi OpenText Cybersecurity dirancang secara khusus dan terus berkembang. Ini memberi Anda fleksibilitas tanpa batas dalam melindungi bisnis pelanggan SMB Anda. Dengan berbagai pilihan solusi yang tersedia, Anda dapat: Menggabungkan layanan dari satu vendor Menyederhanakan manajemen Memperluas penawaran layanan seiring pertumbuhan bisnis OpenText membantu Anda membangun fondasi perlindungan data yang kuat hari ini, sekaligus siap menghadapi tantangan di masa depan. Kesimpulan Penghentian layanan Arcserve memang membawa tantangan, tetapi juga membuka peluang baru. Dengan mempertimbangkan: Kemudahan transisi Kesesuaian solusi dengan kebutuhan bisnis Kekuatan dan kelengkapan portofolio vendor Anda dapat menemukan partner data protection yang lebih tepat dan lebih siap untuk jangka panjang. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut bagaimana OpenText Cybersecurity dapat membantu perjalanan Anda, bicaralah dengan salah satu ahli kami hari ini. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
5 Pertanyaan tentang Backup Komputer yang Terjawab
Apakah Anda rutin melakukan backup file di komputer? Apakah Anda benar-benar tahu apa itu backup dan mengapa Anda membutuhkannya? Dan apakah Anda paham kenapa backup adalah bagian penting untuk melindungi kehidupan digital Anda? Jika jawaban Anda “tidak” untuk salah satu pertanyaan di atas, maka artikel ini wajib Anda baca. Dunia backup sebenarnya masih cukup asing bagi banyak orang. Tidak semua orang hidup dan bernapas dengan urusan backup seperti kami di Carbonite. Namun satu hal yang pasti: Anda pasti punya banyak pertanyaan tentang backup. Kabar baiknya, kami punya jawabannya. Mari kita mulai dari yang paling dasar. Apa Itu Backup? Backup adalah proses menyalin dan menyimpan data Anda ke tempat lain sebagai cadangan. Dalam hal ini, Carbonite Safe Cloud Backup adalah cara aman untuk melindungi file dan data Anda dari berbagai masalah atau bencana. Bayangkan jika: Laptop Anda hilang Komputer rusak Hard disk mati Atau tiba-tiba muncul “blue screen of death” Tanpa backup, semua file Anda bisa hilang selamanya. Namun dengan Carbonite, file Anda tidak hilang. Semua data sudah disimpan dengan aman di cloud dan bisa dikembalikan kapan saja. Anda juga tidak perlu khawatir soal jumlah dan ukuran data, karena Carbonite menyediakan penyimpanan tanpa batas (unlimited storage). Singkatnya, backup adalah jaring pengaman digital untuk data penting Anda. File Apa Saja yang Perlu Dibackup? Jawaban singkatnya: semua file penting Anda. Namun, Anda tetap punya kendali penuh untuk memilih file apa saja yang ingin dibackup. Carbonite Safe secara otomatis menyimpan salinan file penting Anda ke cloud, termasuk: Foto (kenangan pribadi, foto keluarga, liburan) Dokumen (Word, Excel, PDF, Adobe, TXT, dan lainnya) Pengaturan sistem Email Musik Video (Catatan: backup video otomatis tergantung pada paket yang Anda pilih) Dengan begitu, Anda tidak perlu memilih satu per satu secara manual. Carbonite bekerja di belakang layar dan memastikan file penting Anda selalu aman. Apakah Backup di Cloud Aman? Pertanyaan ini sangat wajar. Jawabannya adalah: YA, sangat aman. Carbonite Safe menggunakan sistem keamanan berlapis: File dienkripsi sebelum meninggalkan komputer Anda Artinya, data sudah dikunci sejak awal. File dienkripsi lagi saat dikirim ke data center Teknologi keamanannya setara dengan yang digunakan oleh: Perbankan online E-commerce File tetap terenkripsi di server Carbonite Data Anda tidak dibuka atau dilihat oleh siapa pun. Selain itu, data center Carbonite adalah fasilitas modern yang: Dijaga 24 jam sehari, 7 hari seminggu Menggunakan standar keamanan tingkat tinggi Jadi, data Anda jauh lebih aman dibandingkan hanya disimpan di satu perangkat saja. Apakah Backup Melindungi dari Ransomware? Anda mungkin berpikir: “Ancaman terhadap data bukan cuma komputer rusak. Bagaimana dengan virus atau ransomware?” Jawabannya: Backup sangat membantu melindungi Anda dari ransomware. Jika file Anda terkena ransomware dan terenkripsi oleh virus: Carbonite tetap menyimpan versi file yang bersih di cloud Anda bisa memulihkan file yang aman dengan bantuan Customer Care Carbonite Lebih hebat lagi, beberapa paket Carbonite Safe sudah termasuk Webroot Antivirus, antivirus peraih penghargaan yang membantu melindungi dari: Virus Ransomware Malware Ancaman online lainnya Artinya, Anda mendapatkan perlindungan ganda: pencegahan dan pemulihan. Apakah Backup Cloud Mahal? Jawaban singkatnya: tidak. Carbonite menawarkan 3 pilihan paket berlangganan, dan masing-masing biayanya lebih murah dari harga 3 cangkir kopi per bulan. Coba pikirkan ini: Berapa harga foto kenangan keluarga? Berapa nilai tugas kuliah atau pekerjaan Anda? Bagaimana jika dokumen keuangan hilang? Kehilangan data bisa menimbulkan stres besar dan dampak serius pada hidup Anda. Data yang hilang sering kali tidak bisa digantikan. Karena itu, backup bukan soal mahal atau murah, tapi soal ketenangan pikiran. Dan ketenangan pikiran itu tidak ternilai harganya. Kesimpulan Backup bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan backup cloud seperti Carbonite Safe, Anda mendapatkan: Perlindungan data otomatis Keamanan tingkat tinggi Pemulihan cepat saat terjadi masalah Perlindungan dari ransomware Biaya yang terjangkau Jika Anda peduli pada data dan kehidupan digital Anda, backup adalah langkah paling sederhana dan paling penting yang bisa Anda lakukan hari ini. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Disaster Recovery as a Service (DRaaS): Kunci Ketahanan Siber yang Menyeluruh
Disaster Recovery as a Service (DRaaS) adalah layanan pemulihan sistem dan data yang membantu perusahaan mencapai ketahanan siber (cyber resilience) secara menyeluruh. Ketahanan siber berarti bisnis tidak hanya berusaha mencegah serangan, tetapi juga siap pulih dengan cepat ketika serangan atau gangguan benar-benar terjadi. Perusahaan yang benar-benar tangguh secara siber memahami satu kenyataan penting: tidak ada sistem yang bisa 100% aman. Sebagus apa pun sistem keamanan yang digunakan, risiko kehilangan data, gangguan sistem, dan downtime tetap ada. Karena itu, organisasi harus siap merespons dengan cepat dan meminimalkan dampak gangguan terhadap operasional bisnis. Tantangan Disaster Recovery di Era Modern Saat ini, disaster recovery (DR) menjadi semakin rumit. Data perusahaan terus bertambah besar, dan infrastruktur IT semakin kompleks. Banyak organisasi menggunakan kombinasi data center, edge computing, serta cloud publik dan privat secara bersamaan. Kondisi ini membuat proses pemulihan data dan aplikasi menjadi lebih sulit jika terjadi gangguan. Di sinilah DRaaS berperan penting—membantu perusahaan tetap tangguh meskipun lingkungan IT semakin kompleks. Elemen Penting dalam Ketahanan Siber Untuk memahami peran DRaaS, kita perlu melihat elemen utama cyber resilience, yang terdiri dari dua bagian besar: Pencegahan & Perlindungan, serta Respons & Pemulihan. 1. Pencegahan dan Perlindungan (Prevent & Protect) Pencegahan dan perlindungan bekerja bersama untuk menghentikan ancaman sebelum masuk ke sistem dan mengurangi dampak jika serangan berhasil menembus pertahanan awal. Contoh solusi pencegahan: DNS Protection untuk memblokir akses ke situs berbahaya Email Threat Protection untuk menghentikan phishing dan malware Pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan agar tidak mudah tertipu Contoh solusi perlindungan: Enkripsi email untuk melindungi data sensitif Email continuity agar komunikasi tetap berjalan saat sistem email terganggu Endpoint protection untuk melindungi perangkat dari malware Gabungan solusi ini membantu menjaga keamanan data dan memastikan bisnis tetap berjalan. 2. Respons dan Pemulihan (Respond & Recover) Banyak perusahaan fokus pada pencegahan, tetapi ketahanan siber yang lengkap harus mencakup pemulihan. Gangguan sistem tidak hanya disebabkan oleh serangan siber, tetapi juga bisa terjadi karena bencana alam, kebakaran, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Semakin cepat data dan aplikasi bisa dipulihkan, semakin kecil dampaknya terhadap bisnis. DRaaS biasanya menawarkan waktu pemulihan (RTO) dan titik pemulihan (RPO) yang lebih cepat dibandingkan metode backup tradisional, dengan biaya yang lebih efisien dan pengelolaan yang lebih sederhana. Ketika Pencegahan Tidak Cukup Faktanya, pencegahan saja tidak pernah cukup. Serangan siber semakin canggih dan sulit dideteksi. Garis pertahanan pertama tidak selalu berhasil menghentikan semua ancaman. Menurut survei Gartner IT Disaster Recovery Trends and Benchmarks, 76% organisasi mengalami insiden dalam dua tahun terakhir yang membutuhkan disaster recovery. Lebih dari 50% bahkan mengalami dua insiden atau lebih. Dalam kondisi seperti ini, DRaaS menjadi penyelamat. Layanan ini memastikan bisnis dapat memulihkan data dan melanjutkan operasional dalam hitungan menit, bukan hari. Pendekatan Menyeluruh untuk Ketahanan Siber Strategi ketahanan siber yang kuat harus mencakup semua lapisan: pencegahan, perlindungan, respons, dan pemulihan. Namun, mengelola banyak aplikasi dan kontrak dari berbagai vendor bisa memakan waktu dan biaya besar. Dengan konsolidasi solusi, perusahaan dapat: Mengurangi kompleksitas pengelolaan Menekan biaya operasional Lebih cepat menangani masalah karena berurusan dengan lebih sedikit vendor Solusi Ketahanan Siber dari OpenText OpenText Cybersecurity menggabungkan solusi terbaik dari berbagai teknologi seperti Carbonite dan Webroot untuk membantu bisnis menjadi lebih tangguh secara siber. Solusi OpenText mencakup: Pencegahan dan perlindungan dari ancaman siber Deteksi dan respons cepat untuk meminimalkan dampak Pemulihan data yang cepat dan aman Kepatuhan terhadap regulasi yang terus berubah Produk yang ditawarkan termasuk: Webroot Endpoint Protection DNS Protection Advanced Email Threat Protection Email Encryption Dan ketika hal terburuk terjadi, Carbonite™ menyediakan: Cloud-to-Cloud Backup Endpoint Backup Server Backup Disaster Recovery as a Service (DRaaS) Semua solusi ini membantu menjaga data tetap aman dan memastikan bisnis dapat kembali beroperasi dengan cepat. Kesimpulan Ketahanan siber bukan hanya soal mencegah serangan, tetapi juga tentang seberapa cepat Anda bisa bangkit setelah serangan terjadi. Dengan DRaaS, perusahaan memiliki fondasi kuat untuk menghadapi gangguan apa pun dan memastikan kelangsungan bisnis tetap terjaga. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Cyber Resilience, Supercharged by AI
Bagaimana Carbonite Membantu Bisnis Bertahan dan Pulih dari Serangan Siber Di era digital saat ini, serangan siber bukan lagi soal jika, tetapi kapan. Ransomware, kebocoran data, hingga gangguan sistem bisa terjadi pada perusahaan dari berbagai ukuran—mulai dari UKM hingga enterprise. Dalam kondisi ini, hanya memiliki sistem keamanan saja tidak cukup. Bisnis membutuhkan cyber resilience: kemampuan untuk tetap beroperasi, pulih dengan cepat, dan meminimalkan dampak saat serangan terjadi. Di sinilah peran Artificial Intelligence (AI) menjadi semakin penting. Dengan dukungan AI, cyber resilience kini bisa ditingkatkan secara signifikan. Carbonite, sebagai solusi perlindungan data dan backup terpercaya, memanfaatkan teknologi cerdas untuk membantu organisasi menghadapi ancaman siber dengan lebih siap dan tangguh. Apa Itu Cyber Resilience? Cyber resilience adalah kemampuan organisasi untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan pulih dari insiden keamanan siber tanpa menghentikan operasional bisnis secara signifikan. Berbeda dengan keamanan siber tradisional yang fokus pada pencegahan, cyber resilience mengakui bahwa serangan bisa saja berhasil menembus pertahanan. Dengan pendekatan ini, pertanyaannya bukan lagi “bagaimana mencegah semua serangan,” melainkan “bagaimana tetap bertahan dan pulih dengan cepat saat serangan terjadi.” Tantangan Dunia Siber Saat Ini Ancaman siber berkembang sangat cepat. Ransomware kini menggunakan teknik yang semakin canggih, sering kali memanfaatkan celah sistem, kesalahan manusia, atau kredensial yang bocor. Selain itu, serangan modern tidak hanya mengenkripsi data, tetapi juga mencuri dan mengancam untuk mempublikasikannya. Di sisi lain, banyak organisasi masih mengandalkan proses backup manual atau sistem lama yang tidak dirancang untuk menghadapi serangan siber modern. Akibatnya, pemulihan menjadi lambat, data tidak lengkap, atau bahkan backup ikut terinfeksi. Peran AI dalam Cyber Resilience AI membawa pendekatan baru dalam perlindungan data. Dengan kemampuan analisis pola dan pembelajaran mesin, AI dapat membantu: Mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih awal Mengidentifikasi perubahan data yang tidak normal Mempercepat proses pemulihan Mengurangi kesalahan manusia Teknologi AI bekerja secara terus-menerus, menganalisis perilaku sistem dan data, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Carbonite: Cyber Resilience yang Diperkuat AI Carbonite menghadirkan solusi backup dan recovery yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman siber modern. Dengan pendekatan berbasis AI dan otomasi, Carbonite membantu bisnis memastikan data tetap aman dan dapat dipulihkan kapan pun dibutuhkan. Beberapa keunggulan utama Carbonite antara lain: 1. Backup Otomatis dan Cerdas Carbonite melakukan backup data secara otomatis dan berkelanjutan, mengurangi risiko data tidak terlindungi akibat kelalaian manusia. Sistem cerdasnya memastikan perubahan data penting selalu tercadangkan. 2. Perlindungan dari Ransomware Dengan pemantauan perilaku data, Carbonite dapat membantu mendeteksi aktivitas yang tidak wajar—seperti enkripsi massal yang sering terjadi saat serangan ransomware. Hal ini memungkinkan respons yang lebih cepat sebelum kerusakan meluas. 3. Pemulihan Cepat dan Andal Saat insiden terjadi, kecepatan pemulihan adalah kunci. Carbonite memungkinkan proses restore data yang cepat dan fleksibel, sehingga bisnis dapat kembali beroperasi dengan downtime minimal. 4. Visibilitas dan Kontrol Lebih Baik Dengan dashboard terpusat, tim IT mendapatkan visibilitas penuh atas status backup dan data yang dilindungi. Ini memudahkan pengambilan keputusan saat terjadi insiden. Manfaat Nyata bagi Bisnis Dengan cyber resilience yang diperkuat AI dari Carbonite, organisasi dapat memperoleh berbagai manfaat nyata, seperti: Mengurangi risiko kehilangan data permanen Meminimalkan downtime dan dampak finansial Meningkatkan kepercayaan pelanggan Memenuhi kebutuhan kepatuhan dan audit Menyederhanakan operasional IT Bagi bisnis kecil dan menengah, solusi ini sangat penting karena sering kali mereka menjadi target empuk serangan siber, namun memiliki sumber daya IT yang terbatas. Kesimpulan Di tengah lanskap ancaman siber yang semakin kompleks, cyber resilience bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan. Dengan dukungan AI, pendekatan ini menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih efektif. Carbonite menghadirkan cyber resilience yang supercharged by AI, membantu bisnis tidak hanya melindungi data, tetapi juga memastikan kelangsungan operasional saat menghadapi serangan siber. Dengan strategi yang tepat dan solusi yang andal, organisasi dapat melangkah maju dengan percaya diri di dunia digital yang penuh tantangan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Solusi Enterprise Cloud Backup Terbaik? Ikuti 5 Langkah untuk Menemukan yang Paling Cocok
Gartner mendefinisikan solusi backup enterprise sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk membuat salinan data (backup) dari berbagai beban kerja—baik di lingkungan on-premises, hybrid, multi-cloud, maupun SaaS. Backup ini disimpan di lokasi sekunder agar bisa dipulihkan ketika terjadi kehilangan data. Enterprise cloud backup menambahkan keunggulan skalabilitas, akses mudah, dan keandalan cloud, sangat cocok untuk perusahaan dengan tim yang tersebar di banyak lokasi. Sebagai admin IT, tim keamanan, atau Chief Security Officer, Anda pasti tahu bahwa melindungi data sangat penting. Namun pasar cloud backup sangat ramai dan tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua. Berikut lima langkah untuk membantu Anda memilih cloud backup yang tepat. Langkah #1: Tentukan strategi backup Anda Sebelum memilih produk, Anda perlu membuat strategi backup yang jelas. Strategi ini harus menjawab: Apa yang perlu di-backup? Apakah Anda membutuhkan backup untuk: virtualisasi, data SaaS (Microsoft 365, Google Workspace, Salesforce), data center on-premises, layanan cloud (IaaS dan PaaS)? Tentukan RPO dan RTO RPO (Recovery Point Objective): seberapa banyak data yang boleh hilang? Ini menentukan frekuensi backup. RTO (Recovery Time Objective): berapa lama waktu yang dapat diterima untuk memulihkan sistem setelah data hilang? Dua hal ini mempengaruhi jenis backup, SLA, performa pemulihan, dan teknologi yang diperlukan. Di mana backup akan disimpan? On-premises: Anda mengelola server dan biaya operasional sendiri. Cloud/SaaS backup: penyedia layanan menangani infrastruktur, keamanan, dan support. Hybrid: kombinasi keduanya. Pahami kebutuhan audit dan regulasi Setiap industri punya aturan sendiri: HIPAA untuk data kesehatan, GDPR untuk lokasi penyimpanan data, regulasi lokal mengenai retensi data. Strategi backup harus disusun bersama tim IT dan tim bisnis agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Setelah strategi jelas, Anda punya daftar kebutuhan untuk memilih solusi yang tepat. Langkah #2: Teliti dan bandingkan solusi cloud backup Saat membandingkan solusi backup, perhatikan hal-hal berikut: Platform yang didukung Pastikan semua aplikasi dan sistem Anda kompatibel dengan backup tersebut. Redundansi Backup harus tetap aman meski terjadi kegagalan sistem. Keamanan Cari fitur seperti: enkripsi, autentikasi dan otorisasi, sertifikasi keamanan. Kemampuan pemulihan (Recoverability) Seberapa cepat data bisa dipulihkan? Lakukan uji coba kecil untuk mengetahui kecepatan RPO dan RTO. Tips tambahan: Mintalah comparative analysis dari vendor untuk mempercepat proses evaluasi. Langkah #3: Hitung ROI dan TCO Memahami biaya sangat penting sebelum membuat keputusan. TCO (Total Cost of Ownership) mencakup lisensi, biaya penyimpanan, penggunaan jaringan, dan operasional. ROI (Return on Investment) menunjukkan nilai yang Anda dapatkan dibandingkan biaya yang dibayar. Membaca secara detail dokumen produk (datasheet) membantu Anda mengetahui biaya tersembunyi seperti: biaya egress, batas penyimpanan, biaya upgrade kapasitas, lisensi tambahan. Analisis ini memastikan pilihan Anda tidak boros dalam jangka panjang. Langkah #4: Uji solusi cloud backup dalam shortlist Anda Sebelum memutuskan, lakukan pengujian nyata. Termasuk: membuat titik pemulihan (recovery point), menjalankan simulasi pemulihan, mengukur waktu pemulihan (RTO), menguji keamanan dan izin akses, mencoba skenario bencana sederhana. Beberapa solusi terlihat mudah digunakan di awal, tetapi belum tentu kuat dalam pemulihan atau keamanan. Karena itu, tes lapangan wajib dilakukan. Langkah #5: Finalisasi dan integrasikan ke dalam kebijakan BCDR BCDR (Business Continuity and Disaster Recovery) adalah panduan untuk menjaga bisnis tetap berjalan saat terjadi gangguan. Backup merupakan bagian penting dari BCDR—terutama dalam Ransomware Incident Response Plan, karena serangan ransomware semakin umum. Solusi cloud backup yang Anda pilih harus terintegrasi secara menyeluruh ke dalam kebijakan BCDR agar pemulihan bisa dilakukan cepat dan mandiri. Checklist Wajib untuk Solusi Enterprise Cloud Backup Keamanan Data enkripsi, autentikasi kuat, sertifikasi keamanan, keamanan aplikasi. Kemudahan Pemulihan RPO & RTO jelas, opsi restore fleksibel (download, export, cross-user/site), self-service recovery. Kepatuhan Audit sertifikasi industri, lokasi data center, log audit, monitoring. Tipe & Batasan Storage cloud, on-premises, atau BYOS (Bring Your Own Storage), batas kapasitas. Automasi Backup jadwal otomatis, on-demand backup, dukungan multi-platform. Reputasi Vendor review Capterra/G2, roadmap produk, sejarah dan stabilitas perusahaan. Customer Support dukungan multichannel, tim support manusia, bukan bot, dokumentasi lengkap. Kemudahan Adopsi & Pengelolaan instalasi cepat, fitur auto-add, auto-archive, notifikasi & alert backup. Harga & ROI opsi tanpa komitmen, pay-as-you-go, harga khusus enterprise. Lindungi Seluruh Data SaaS Anda OpenText Cybersecurity menyediakan solusi cloud backup yang aman, hemat biaya, dan sudah dipercaya lebih dari 16.000 pelanggan di seluruh dunia. Platform backup SaaS mereka melindungi: Microsoft 365 Salesforce Dropbox Box Google Workspace Jika Anda ingin meningkatkan keamanan data dan memastikan bisnis tetap berjalan saat terjadi gangguan, Carbonite Cloud-to-Cloud Backup dapat menjadi pilihan yang tepat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Pusat Data Cloud-to-Cloud Baru
Mengapa pusat data regional itu penting Keberadaan pusat data (data center) di wilayah atau negara yang dekat dengan pengguna sangatlah penting. Banyak orang sering menganggap pusat data hanya sebagai tempat penyimpanan server, padahal fungsinya jauh lebih besar. Pusat data regional berpengaruh langsung pada keamanan, kecepatan, dan kepatuhan hukum dalam pengelolaan data bisnis. Berikut alasan mengapa pusat data regional sangat diperlukan: 1. Mengurangi latensi (waktu tunda) Latensi adalah waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah dari layanan cloud Anda (seperti Microsoft 365, Google Workspace, dan layanan cloud lainnya) ke layanan backup, atau sebaliknya. Jika jarak antara pusat data dan pengguna sangat jauh, proses backup bisa terasa lambat. Begitu juga saat melakukan restore atau pemulihan data, waktu tunggunya menjadi lebih lama. Dengan pusat data yang berada di wilayah yang sama atau lebih dekat, proses backup berjalan lebih cepat, pemulihan data lebih efisien, dan pengguna dapat mengakses data tanpa gangguan berarti. Misalnya, antara Eropa dan Afrika, perbedaan latensi bisa sangat besar. Jika sebuah perusahaan di Afrika harus mengirim data ke pusat data di Eropa, kecepatan backup dan restore akan terpengaruh secara signifikan. Karena itulah pusat data regional menjadi kebutuhan penting. 2. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi Banyak bisnis di seluruh dunia harus mengikuti aturan hukum yang mengharuskan data pelanggan disimpan dalam batas negara atau wilayah tertentu. Hal ini berkaitan dengan privasi, keamanan, dan perlindungan data pribadi. Pusat data regional membantu perusahaan memenuhi persyaratan tersebut. Dengan menyimpan data di wilayah yang sama tempat data tersebut berasal, perusahaan dapat: Mematuhi hukum perlindungan data lokal Menghindari pelanggaran aturan data lintas negara Meningkatkan kepercayaan pelanggan Mengurangi risiko sengketa atau denda karena pelanggaran regulasi Selain itu, banyak negara memiliki UU khusus mengenai data sovereignty atau kedaulatan data, yang mewajibkan data tertentu tidak boleh keluar dari wilayah hukum negara tersebut. Dengan adanya pusat data regional, perusahaan dapat memastikan datanya tetap aman dan sesuai aturan. 3. Mengurangi risiko pelanggaran data lintas negara Ketika data dikirim ke luar negeri, risikonya lebih besar. Data bisa saja terkena: Permintaan akses data dari pemerintah negara lain Peraturan hukum asing yang berbeda Risiko penyadapan atau kebocoran selama perpindahan data Kerentanan karena standar keamanan yang tidak sama Dengan menyimpan data di pusat data regional, perusahaan dapat mengurangi risiko tersebut. Data tetap berada dalam kerangka hukum dan keamanan wilayah setempat, sehingga lebih terlindungi dari kerentanan yang muncul saat data dikirim ke negara lain. Memperkuat Kepatuhan dan Keamanan Data Bisnis Kami dengan bangga mengumumkan pusat data baru di Afrika Selatan. Dengan penambahan ini, kami sekarang memiliki sembilan pusat data global, yaitu: Amerika Serikat Kanada Inggris Eropa: Prancis, Jerman, Irlandia Asia Pasifik: Australia dan Jepang Afrika Selatan (lokasi baru) Kami memahami bahwa data bisnis adalah aset paling penting yang harus dilindungi. Itulah sebabnya seluruh pusat data kami—termasuk yang baru di Afrika Selatan—menerapkan standar enkripsi tingkat tinggi, yaitu: AES-256 untuk melindungi data saat disimpan (at rest) HTTPS untuk menjaga keamanan data saat berpindah (in-flight) Dengan enkripsi ini, data Anda tetap aman bahkan jika terjadi percobaan akses ilegal. Selain itu, solusi perlindungan data berbasis SaaS kami memberikan: Backup otomatis harian Penyimpanan tak terbatas Pemulihan data hanya dengan satu klik Semua fitur ini dirancang agar bisnis Anda tetap berjalan meskipun terjadi kesalahan pengguna, serangan siber, atau kehilangan data karena faktor teknis. Dengan memilih Carbonite Cloud-to-Cloud Backup, Anda tidak hanya melindungi data, tetapi juga memastikan bisnis Anda memenuhi standar hukum dan praktik terbaik dalam keamanan serta privasi data. Komitmen Kami: Keamanan dan Keandalan untuk Bisnis Anda Ekspansi kami ke Afrika Selatan bukan sekadar menambah titik lokasi baru. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan: Kecepatan lebih tinggi bagi pengguna regional Keamanan yang lebih kuat Kepatuhan hukum yang lebih baik Pengalaman backup dan restore yang lebih andal Kami ingin memastikan bahwa di mana pun bisnis Anda beroperasi, Anda mendapatkan layanan backup cloud yang stabil, aman, dan sesuai aturan. Ingin tahu lebih banyak? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Cloud-to-Cloud Backup atau bagaimana kami bisa membantu bisnis Anda menjadi lebih tangguh terhadap ancaman siber, Anda dapat menjadwalkan sesi konsultasi dengan tim ahli kami. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Lebih Banyak Alasan untuk Mencadangkan Aplikasi SaaS Anda
Layanan berbasis cloud seperti Microsoft 365, Google Workspace, Salesforce, Box, dan Dropbox sudah menjadi bagian penting dari kegiatan bisnis sehari-hari. Namun, banyak orang masih berasumsi bahwa data di aplikasi Software as a Service (SaaS) otomatis aman. Faktanya, kehilangan data karena kesalahan manusia, serangan siber, atau penghapusan tidak sengaja masih sangat mungkin terjadi. Karena itu, mencadangkan (backup) aplikasi SaaS menjadi langkah yang sangat penting. Carbonite Cloud-to-Cloud Backup hadir untuk membantu perusahaan melindungi data SaaS mereka dengan cara yang cepat, aman, dan mudah. Dalam pembaruan terbarunya, Carbonite memperkenalkan beberapa fitur baru yang membuat proses pencadangan semakin efisien dan pintar. Berikut penjelasannya. 1. Deteksi Otomatis dan Aktivasi Massal Dua peningkatan utama pada fitur pencadangan SharePoint dan OneDrive kini membuat proses aktivasi jauh lebih mudah: Deteksi Otomatis (Auto-detection) Sekarang, Carbonite Cloud-to-Cloud Backup dapat secara otomatis mendeteksi URL SharePoint dan OneDrive saat Anda mengaktifkan pencadangan. Anda tidak perlu lagi mengetik atau menyalin URL secara manual setiap kali membuat tugas pencadangan baru. Aktivasi Massal (Bulk Activation) Fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk Microsoft Exchange, dan kini juga diperluas ke SharePoint serta OneDrive. Artinya, Anda bisa mengaktifkan pencadangan banyak akun sekaligus dengan memilih grup Microsoft atau URL SharePoint tertentu. Misalnya: cukup pilih satu grup Microsoft, maka semua akun OneDrive dalam grup itu akan otomatis dicadangkan. Untuk SharePoint, Anda tinggal memasukkan satu URL, dan sistem akan langsung mendeteksi serta mencadangkan semua situs di dalamnya. Fitur ini menghemat waktu dan tenaga, terutama untuk perusahaan besar yang memiliki banyak pengguna. 2. Peningkatan Laporan dan Visibilitas Pengguna Microsoft 365 kini mendapatkan lebih banyak visibilitas dan kontrol terhadap status pencadangan mereka. Optimalkan Lisensi dengan Mudah Sebelumnya, Carbonite sudah menyimpan salinan data dari mantan karyawan Anda. Sekarang, Anda dapat langsung melihat siapa saja pengguna yang masih memakai lisensi aktif Microsoft 365 melalui kolom baru di halaman Backup Task. Dengan begitu, Anda bisa menonaktifkan lisensi dari karyawan lama dan menggunakannya kembali untuk karyawan baru — tanpa perlu membeli lisensi tambahan. Notifikasi Aktivasi Pencadangan Untuk menghindari biaya berlebih, Carbonite tidak secara otomatis mencadangkan semua kotak surat (mailbox). Namun, banyak pelanggan meminta adanya pemberitahuan ketika ada kotak surat yang belum dicadangkan. Sekarang, fitur ini tersedia! Sistem akan memberikan peringatan aktivasi pencadangan agar Anda tahu jika ada mailbox yang belum dilindungi. Selain itu, halaman utama (Home page) juga akan menampilkan notifikasi jika belum ada backup yang diaktifkan. Dengan fitur ini, Anda dapat memastikan semua data penting benar-benar tercakup dalam kebijakan pencadangan Anda. 3. Anonimisasi Data untuk Pengujian Sandbox Pada pembaruan sebelumnya, Carbonite menambahkan fitur satu klik untuk mengisi sandbox Salesforce dengan data anonim. Kini, fitur tersebut menjadi lebih fleksibel dengan kontrol penuh atas aturan anonimisasi data. Anda bisa memilih: Kolom mana yang ingin diacak (randomize) Kolom mana yang diganti dengan data palsu Kolom mana yang dibiarkan tetap sama Dengan kemampuan ini, Anda dapat: Mengotomatiskan pengisian sandbox untuk menguji fitur baru sebelum digunakan di lingkungan produksi. Mempercepat siklus pengembangan dan pengujian (QA) karena data uji sudah siap dan aman. Mematuhi peraturan perlindungan data, karena semua data sensitif telah disamarkan dengan cara yang bisa disesuaikan. Fitur ini sangat membantu tim pengembang dan QA, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi privasi data seperti GDPR atau PDPA. 4. Lindungi Semua Aplikasi SaaS Anda Dengan Carbonite Cloud-to-Cloud Backup, Anda bisa melindungi berbagai aplikasi SaaS sekaligus. Platform ini mendukung pencadangan dan pemulihan untuk: Microsoft 365 Google Workspace Salesforce Box Dropbox Jika salah satu layanan cloud Anda bermasalah — seperti akun terhapus, file terinfeksi malware, atau kesalahan pengguna — Anda bisa dengan cepat memulihkan data tanpa mengganggu operasional bisnis. Yang menarik, Carbonite menawarkan model harga fleksibel tanpa komitmen jangka panjang. Tidak ada tingkatan lisensi rumit (zero-tiered licensing), dan Anda hanya membayar sesuai pemakaian (pay-as-you-go). Kesimpulan: Jangan Tunggu Sampai Kehilangan Data Banyak organisasi masih berpikir bahwa data di layanan cloud aman 100%, padahal risiko kehilangan tetap ada. Kesalahan pengguna, penghapusan disengaja, kesalahan sinkronisasi, hingga serangan siber bisa terjadi kapan saja. Dengan Carbonite Cloud-to-Cloud Backup, Anda dapat: Mendeteksi dan mengaktifkan backup secara otomatis Melihat status lisensi dan tugas backup dengan mudah Melindungi semua data Microsoft 365, Google, Salesforce, Box, dan Dropbox Memastikan kepatuhan data dengan anonimisasi yang dapat disesuaikan Menghemat biaya dengan sistem pay-as-you-go Jangan tunggu sampai data hilang untuk mulai bertindak. Pelajari bagaimana Carbonite Cloud-to-Cloud Backup bisa membantu Anda mencadangkan dan memulihkan aplikasi SaaS dengan cepat dan mudah — sebelum hal yang “tidak diinginkan” terjadi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan carbonite indonesia, PT. iLogo Infralogy Indonesia, sebagai penyedia layanan carbonite Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi carbonite.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!